Rabu, 21 Juni 2017

WHITE BOX & BLACK BOX

Tugas Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
PPSI#
Dosen            : FARIDA
Nama/NPM     : Claudy Nindy/11113957
Kelas             : 4KA09



PENGUJIAN WHITE BOX
·         Pengujian White Box adalah metode desain test case yang menggunakan struktur control desain procedural untuk memperoleh test case.
·         Disebut juga pengujian glass­box.
·         Dengan pengujian white­box, perekayasa dapat :
1.   Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modul telah digunakan paling tidak satu kali.
2.   Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true and false.
3.   Mengeksekusi semua loop pada nya
4.   Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitasnya.
·         Condition Testing
          Pengujian yang menjalankan kondisi logis yang terdapat pada modul program.
·         Data Flow Testing
          Pengujian dengan metode yang menyeleksi jalur uji program menurut lokasi pendefinisian dan menggunakan variable-variabel program
·         Loop Testing
         Pengujian yang berfokus pada validitas dari bentuk loop
1.    Simple loop
2.    Concatenated loop
3.    Nested loop
4.    Unstructured loop

PENGUJIAN BLACK­BOX
1.       Pengujian black­box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.
2.      Merupakan pendekatan pengujian yang ujinya diturunkan dari spesifikasi program atau komponen
3.      Disebut juga pengujian behavioral atau pengujian partisi.
4.      Pengujian black­box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program.
5.      Pengujian black­box berusaha menemukan :
•    Fungsi­fungsi yang tidak benar atau hilang
•    Kesalahan interface
•    Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.
•    Kesalahan kinerja
•    Inisialisasi dan kesalahan terminasi.
    
     6. Dengan mengaplikasikan teknik black­box maka kita menarik serangkaian test case  yang memenuhi kriteria berikut :
•    Test case yang mengurangi, dengan harga lebih dari satu, jumlah test case tambahan yang harus di desain untuk mencapai pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
•    Test case yang memberitahu kita sesuatu mengenai kehadiran atau ketidakhadiran kelas kesalahan, daripada memberitahu kesalahan yang berhubungan hanya dengan pengujian spesifik.



Pengujian Perangkat Lunak

Tugas Pengelolaan Proyek Sistem Informasi
PPSI#
Dosen            : FARIDA
Nama/NPM     : Claudy Nindy/11113957
Kelas             : 4KA09

Pengujian Perangkat Lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengkodean.
Dasar-­dasar Pengujian Perangkat Lunak
Pengembang perangkat lunak sesuai dengan sifatnya dasar, mereka adalah manusia pembangun. Pengujian mengharuskan pengembang membuang pemikiran­pemikiran sebelumnya mengenai “kebenaran” perangkat lunak yang baru saja dikembangkan dan mengatasi konflik minat yang terjadi pada saat kesalahan ditemukan.

Sasaran Pengujian
1. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
2. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan dan mengungkapkan semua kesalahan yang belum pernah ditemukan atau diduga sebelumnya.
Prinsip Pengujian
1. Semua pengujian harus dapat ditelusuri sampai ke persyaratan pelanggan.
2. Pengujian harus direncanakan lama sebelum pengujian itu mulai.
3. Pengujian harus mulai “dari yang kecil” dan berkembang menjadi pengujian “yang besar”.

Karakteristik yang Membawa Perangkat Lunak Dapat Diuji 
1. Operabilitas, yaitu : Semakin baik Dia bekerja, semakin efisien Dia dapat diuji.
2. Obsaikervabilitas, yaitu : “Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda uji”.
3. Kontralabilitas, yaitu : “Semakin baik kita dapat mengontrol perangkat lunak, semakin banyak pengujian yang dapat diotomasisasi dan dioptimalkan”.
4. Dekomposabilitas, yaitu : “Dengan mengontrol ruang lingkup pengujian, kita dapat dengan lebih cepat mengisolasi masalah dan melakukan pengujian kembali secara lebih halus”.
5. Kesederhanaan, yaitu : “Semakin sedikit yang kita uji, semakin cepat kita dapat mengujinya’.
6. Stabilitas, yaitu : “Semakin sedikit perubahan, semakin sedikit pula gangguan dalam pengujian’.
7. Kemampuan untuk dapat dipahami, yaitu : “Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin halus pengujian yang akan dilakukan’.

Atribut-­atribut pengujian yang baik :
1. Pengujian yang baik memiliki probabilitas yang tinggi untuk menemukan kesalahan.
2. Pengujian yang baik tidak redudan.
3. Pengujian yang baik seharusnya “jenis terbaik”,
4. Pengujian yang baik tidak boleh terlalu sederhana atau terlalu kompleks.


Tujuan Pengujian :
•    Menjalankan program untuk menemukan error yang tersembunyi atau yang sebelumnya tidak terduga.

Fase Pengujian
Ada 2 tingkat yang tersedia pada proses pegujian, yaitu : 
1. Konfigurasi perangkat lunak yang mencakup spesifikasi keperluan perangkat lunak, spesifikaasi perancangan, test case dan program sumber
2. Konfigurasi uji coba yang mencakup rencana dan prosedur uji coba, test case dan hasil yang diharapkan



Selasa, 18 April 2017

Tugas 2 Etika dan Profesionalisme TSI

Tugas Softskill
Etika & Profesionalisme TSI #
Dosen            : Robby Chandra
Nama/NPM     : Claudy Nindy/11113957
Kelas              : 4KA09


Tugas 2 Etika & Profesionalisme TSI ATA 2016/2017
Kelas 4KA09


1.              Jelaskan motif-motif yang mendasari penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi sehingga menyebabkan seseorang atau pihak lain terganggu!

Berdasarkan Motif Kegiatannya
A.            Sebagai tindakan murni kriminal
Kejahatan yang murni merupakan tindak criminal yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding.
B.            Cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”
Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam “wilayah abu-abu” cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindakan criminal atau bukan, mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk berbuat kejahatan. Contohnya adalahprobing atau portscanning.
Berdasarkan Sasaran Kejahatannya
A.            Menyerang Individu (Against Person)
Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain : Pornografi, Cyberstalking, Cyber Tresspass
B.            Menyerang Hak Milik (Against Property)
Cybercrime yang dilakukan untuk mengganggu atau menyerang hak milik orang lain. Contoh: carding, cybersquatting, typosquatting, hijacking, data forgery
C.            Menyerang Pemerintah (Against Government)
Dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah.

2.              Tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan akibat penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi!

Cara menanggulangi gangguan dengan mengunakan metode pengelolaan pengendalian-pengendalian (managing controls) yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan manajer sistem informasi untuk meyakinkan bahwa pengendalian-pengendalian di dalam sistem teknologi informasi masih tetap dilakukan dan masih efektif dalam mencegah ancaman dan gangguan terhadap sistem informasi. pengendalian di sistem teknologi informasi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
Pengendalian secara umum (General Controls)pengendalian secara umum merupakan pengendalian-pengendalian sistem teknologi informasi yang paling luar yang harus dihadapi terlebih dahulu oleh pemakai sistem informasinya, meliputi pengendalian:
• Organisasi
• Dokumentasi
• Kontrol pencegahan kerusakan perangkat keras
• Design keaamaan fisik
• Parameter keamanan data
ii. Pengendalian aplikasi (Application Controls) pengendalian aplikasi merupakan pengendalian yang dipasang pada pengelolaan aplikasinya yang meliputi:
• Pengendalian-pengendalian masukan (Input Control)
• Pengendalian-pengendalian pengolahan (Processing Control)
• Pengendalian-pengendalian keluaran (Output Controls)

3.              Sebutkan dan jelaskan salah satu contoh kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi!

A.            Perjudian yang menggunakan media internet,yang berujung pada praktek pencucian uang.
B.            Adanya ancaman-ancaman melalui e-mail yang dapat merugikan baik materi maupun psikologi seseorang.
C.            Membajak hak cipta orang lain dan lain sebagainya.

D.            Penipuan yang mengatasnamakan suatu perusahaan atau lembaga tertentu. Misanya mengirim e-mail tentang undian berhadiah yang mengatasnamakan suatu perusahaan dan menetapkan syarat-syarat tertentu yang berujung pada penipuan.


Sumber :




Senin, 03 April 2017

Tugas 1 Etika dan Profesionalisme TSI

Tugas Softskill
Etika & Profesionalisme TSI #
Dosen               : Robby Chandra
Nama/NPM    : Claudy Nindy/11113957
Kelas                 : 4KA09



Tugas 1 Etika dan Profesionalisme TSI ATA 2016/2017
Kelas 4KA09

  1. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi!
  2. Bagaimana cara untuk mengurangi pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi, jelaskan!
  3. Berikan contoh pelanggaran etika teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan bagaimana cara penanggulangannya!


Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi Teknologi Sistem Informasi
  1. Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat
  2. Organisasi profesi tidak di lengkapi dengan sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
  3. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiribelum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi Teknologi Sistem Informasi
  4. Untuk menjaga martabat luhur profesinya tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi Teknologi Sistem Informasi
  5. Untuk menjaga martabat luhur profesinya

Cara mengurangi pelanggran etika dalam teknologi sistem informasi

  1. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
  2. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang cara menggunakan teknologi informasi dengan baik dan tidak melanggar etika. Sehingga teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan semestinya.
  3. Masyarakat juga harus di beri penyuluhan untuk menggunakan teknologi yang di kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan teman atau orang-orang yang sebelumnya telah di kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.

Contoh kasus pelanggaran etika teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari :
Cyber Crime

Pengertian Cybercrime, cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang ditimbulkan karena pemanfaatan teknologi internet, dan dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hokum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi.

Berdasarkan Jenis Aktivitasnya

1.     Unauthorized
Terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu system jaringan computer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik system jaringan computer yang dimasukinya.
Probing dan Port Scanning merupakan contoh dari kejahatan ini. Aktivitas “Port scanning” atau “probing” dilakukan untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target.
2.     Illegal Contents
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hokum atau mengganggu ketertiban umum.
3.     Penyebaran Virus Secara Sengaja
Penyebaran virus umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang system emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
Contoh kasus : Virus Mellisa, I Love You, dan Sircam.

Cara Mengatasi Cyber Crime

1. Buat Password yang sangat sulit 
Bagaimana dengan password akun-akun anda seperti email, akun jejaring social atau akun tabungan online anda? sudah kah menggunakan password yang susah di tebak? Jika belum cepat ganti password akun-akun anda untuk mencegah terjadinya cybercrime terhadap anda. Bila bisa masukan campuran huruf  kecil, besar dan angka pada setiap akun anda agar memperkuat kata sandi anda. Contoh kata sandi dengan di campur dengan angka "S3p3rt1". Kata sandi ini cukut kuat untuk sandi akun anda karnya di campur dengan huruf kecil, besar dan angka.
2. Membuat Salinan
Sebaiknya para pengguna komputer memiliki salinan dari dokumen pribadinya, entah itu berupa foto, musik, atau yang lainnya. Ini bertujuan agar data Anda masih tetap bisa terselamatkan bila sewaktu-waktu terjadi pencurian data atau ada kesalahan pada sistim komputer Anda.
3. Jangan Sembarangan Mengklik Link yang Muncul di Social Networ
Entah melalui Facebook, Twitter, atau Blog, sering kita temui link yang menarik perhatian. Walaupun tidak mengetahui jelas soal apa link tersebut, sajian yang menarik berupa iklan atau sekedar kuesioner dan angket membuat kita membukanya. Tidak sedikit hal ini dijadikan peluang cybercrime atau penyebaran virus komputer. Tidak jarang pula link seperti ini dikirimkan oleh teman atau saudara kita sendiri. Maka dari itu, lebih baik hanya membuka iklan yang kita butuhkan saja. Jangan tergiur akan sesuatu yang malah akan membuat kita terjebak dalam cybercrime atau virus komputer
4. Ganti Password Secara Berkala
Melihat banyak dan mudahnya cybercrime dilakukan—sampai 15 kasus perdetik, tidak menutup kemungkinan password terpanjang pun dapat dibajak apabila digunakan bertahun-tahun. Maka, disarankan untuk mengganti password tersebut, baik secara berkala atau acak.

Sumber : 

Rabu, 01 Februari 2017

Tugas 4 Softskil Pengantar Telematika

Tugas Softskill
Pengantar Telematika
Dosen           : Muhammad Daniel R
Nama/NPM   : Claudy Nindy/11113957
Kelas            : 4KA09


Perkembangan Telematika  pada Masa yang Akan Datang Serta Pandangan Dalam Segi Positif dan Negatifnya.

            Di zaman yang serba modern saat ini, telematika saat ini sangat dibutuhkan misalnya saja dalam bidang pendidikan untuk berbagi dan mencari informasi. Sebagai seorang mahasiswa saya sangat terbantu dengan adanya telematika. Pada zaman dahulu mungkin hanya beberapa orang saja yang mampu memiliki sebuah kompuer itu pun masih dalam ukuran yang sangat besar, handphone pun masih dalam yang bentuk lumayan besar dan belum banyak fitur-fitur yang di tawarkan.

            Jika dilihat pada perkembangan saat ini, itu sangat berbeda jauh. Komputer pun kini mungkin jarang sekali dipergunakan, mereka lebih suka memakai laptop atau tablet untuk melakukan pekerjaan atau hanya sekedar browsing karena bentuknya yang lebih praktis dan mudah dibawa kemana pun. Handphone pun sudah banyak yang bermuculan menjadi smartphone yang menawarkan banyak fitur-fitur menarik.
            Untuk perkembangan telematika dimasa yang akan datang, mungkin saja akan muncul teknologi-teknologi yang semakin canggih. Yang belum lama ini mucul ponsel tanpa harus menyentuhnya dalam arti hanya melakukan gerakan diudara maka ponsel pun akan berubah sesuai yang digerakkan. Dan pastinya dari hal itu semua kan muncul gadget-gadget yang lebih canggih. Untuk dimasa yang akan dating mungkin Indonesia dapat bersaing lebih dengan negara-negara lainnya.
            Tetapi jangan salah tidak semua telematika memberikan hal-hal yang baik dan bagus bagi para pengguna. Telematika pun dapat berdampak hal positif dan negative diantaranya :
Dampak Positif :
1.  Sebagai seorang mahasiswa saya sangat terbantu dengan adanya telematika, misalnya saja untuk mengirimkan tugas. Saya dapat memanfaatkan internet sebagai perantaranya melalui email saya dapat mengirimkan tugas dan bertukar informasi.
2.  Dengan adanya internet dapat memudahkan seseorang untuk mencari informasi baik dari dalam maupun luar negeri. Kita tidak perlu susah-susah membaca buku satu persatu, pergi ke perpustakaan, dengan adanya internet itu semua dapat dilakukan dengan mudah dan praktis.
3.      Dengan adanya smartphone sangat membantu dalam berkomunikasi jarak jauh.
4.      Memudahkan dalam bidang perekonomian dan bisnis yaitu E-commerse .
 
Dampak Negatif :
1.    Terkadang informasi yang didapatkan dari internet kurang lengkap dibandingkan dengan buku-buku. Selain itu diperlukan sambungan internet.
2.   Kecanduan internet untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Bahkan disalah gunakan seperti mengubah data tanpa seizing pemilik data.
3.     Kurangnya bersosialisasi terhadap teman dan kerabat. Misalnya saja jika ada keperluan mereka hanya tinggal saling menghubungi tanpa bertatap muka secara langsung.

Senin, 19 Desember 2016

Tugas 3 Softskil Pengantar Telematika

1. Jelaskan bagaimana cara pengamanan layanan telematika dilihat dari aspek jaringan komputernya baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel (wireless).
Jawab :
A. Layanan Telematika
Layanan Telematika adalah layanan dial up ke internet maupun ke semua jenis jaringan yang didasarkan pada system telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Layanan-layanan yang terdapat pada telematika adalah:
*.      Layanan Informasi (Information Service)
Layanan telematika yang pertama adalah layanan informasi. Pada layanan ini telematika menggabungkan system komunikasi dengan kendaraan bergerak seperti mobil untuk menawarkan layanan informasi secara langsung.
Contohnya :
·          Navigation assistant (real-time traffic information)
·         Weather, stock information
·         Entertainment and M-Commerce
*      Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telematika yang kedua adalah layanan keamanan. Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Contohnya :
·         Emergency rescue with 911
·         Car location tracing (thief-proof)
*     Layanan Context-Aware dan Event-base (Context-Aware Service)
Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.
Contohnya :
·         Vehicle Diagnostic Service
·         Car Insurance based on driving statistic
*    Layanan Perbaikan sumber (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah layanan untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
B. TEKNOLOGI WIRELESS
Wireless atau wireless network merupakan sekumpulan perangkat elektronik  yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komunikasi data dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya. Jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan wireless menggunakan media gelombang radio/udara. Penerapan dari aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel diperusahaan, atau mobile communication seperti handphone, dan HT.
Adapun Macam-macam type dari teknologi wireless antara lain:
1. Wireless Personal Area Network (WPAN)
Mewakili teknologi personal area network wireless seperti Radio Frequensi (RF, Infra Red  (IR), sertaBluetooth. 
2. Wireless Wide Area Network (WWAN)
WWAN meliputi teknologi dengan daerah jangkauan luas seperti selular 2G, 3G, 4G, Cellular Digital Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM), dan CDMA. Kemunculan Teknologi Wireless ini dimulai dari peralatan handheld yang mempunyai kegunaan yang terbatas karena ukurannya dan kebutuhan daya. Tapi, teknologi berkembang, dan peralatan handheld menjadi lebih kaya akan fitur dan mudah dibawa. Telepon mobil (Handphone),  telah meningkat kegunaannya yang sekarang memungkinkannya berfungsi sebagai PDA selain telepon. Smart phone adalah gabungan teknologi telepon mobil dan PDA yang menyediakan layanan suara normal dan email, penulisan pesan teks, paging, akses web dan pengenalan suara. Generasi berikutnya dari telepon mobil, menggabungkan kemampuan PDA, IR, Internet wireless, email dan global positioning system (GPS).
3. Wireless Local Area Network (WLAN)
WLAN, mewakili local area network wireless, termasuk diantaranya adalah 802.11, HiperLAN, dan beberapa lainnya.

2. Jelaskan motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika!
Jawab :
a. Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

3. Jelaskan satu contoh metode pengamanan terhadap layanan telematika!
Jawab :
Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video atau audio data yang di tembak oleh sebuah IP. Jaringan video atau audio metode browsing sesuai mencangkup langkah-langkah dari:
a. Menjalankan sebuah program splikasi komputetr local untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
b. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS (Dinamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
c. Mendapatkakn kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IO kamera dan control kamera IP melalui kamera IP pribadi, dan
d. Kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehina untuk mendapatkan video atau audio dara yang ditembak oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.

Sumber :
www.wikipedia.com
M.Rudyanto Arief. TEKNOLOGI JARINGAN TANPA KABEL (WIRELESS). Seminar Nasional Teknologi 2007. Yogyakarta, 24 November 2007.

http://taufiknuradi.com/2013/05/11/jaminan-mutu-perangkat-lunak-part-1-pengenalan/
http://taufiknuradi.com/2013/05/13/jaminan-mutu-perangkat-lunak-part-2/
Galin, D. 2004. Software Quality Assurance from Theory to Implementation. England: Pearson Education Limited.
Chemuturi, M. 2011. Mastering Software Quality Assurance Best Practice, Tools and Techniques for Software Developers. USA: J.Ross Publishing.
Naik, K., and Triphathy., P. 2008. Software Testing and Quality Assurance Theory and Practice. Kanada: John Wiley & Sons.