Selasa, 15 Maret 2016

TUGAS 1 PILIHAN KATA atau DIKSI

Tugas Rangkuman Softskill
Bahasa Indonesia 2
Dosen           : Sangsang Sangabakti
Nama/NPM    : Claudy Nindy/11113957
Kelas             : 3KA09

PILIHAN KATA(DIKSI)

        Pilihan kata (diksi) pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Pemilihan kata bukanlah sekedar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam hal ini berarti sesuai dengan konteks dimana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan nilai rasa masyarakat pemakaianya. Pengertian Diksi dan Contohnya Lengkap Tidak semua orang dapat mengungkapkan perasaan atau gagasan dengan bahasa yang tepat atau baik. Hal ini sangat dipengaruhi oleh penguasaan pembendaharaan kata seseorang. Semakin banyak kosakata yang dimiliki seseorang maka pemilihan kata dalam bahasa akan semakin baik guna menyesuaikan bahasa yang akan digunakan dalam kehidupan. 

Ada begitu banyak kata dalam bahasa indonesia, beberapa kata memiliki makna yang sama seperti aku, sama, gue, dan lain sebagainya. Kata-kata tersebut memiliki makna yang sama namun kesan yang dimiliki sangat berbeda-beda. Tentu pemilihan kata ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi dimana ia berbicara atau sedang berbicara kepada siapa. Pemilihian kata ini dikenal dengan istilah DIKSI. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi adalah pemilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan atau makna dan efek sesuai dengan harapan. Adapun fungsi diksi ialah:

• Mudah dipahami. Pemilihan diksi yang tepat dan selaras akan memudahkan pembaca atau pendengar lebih mudah dalam memahami arti kata atau makna kalimat atau gagasan yang hendak ingin disampaikan.  Pemilihan diksi dilakukan dengan memperhatikan situasi yang sedang berlangsung. 

Misal dalam menulis buku cerita yang memiliki tujuan anak-anak remaja sebagai sasaran pembaca, maka gunakanlah kata-kata sederhana yang mudah dipahami dengan demikian pesan moral yang ingin disampaikan akan sampai pada hati pembaca. begitupula misalnya saat rapat yang mana suasana adalah formal maka gunakan kata-kata yang baku, sesuai aturan EYD. Dengan demikian, hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihilangkan.

• Mendapatkan tujuan. Dengan menggunakan diksi yang tepat, maka peluang untuk mendapatkan tujuan lebih besar, Hal ini karena komunikasi yang berlangsung sangat efektif selain itu pemilihan kata yang sesuai dengan suasana resmi ataupun tidak resmi akan menciptakan ekspresi tertentu yang dapat menyenangkan pendengar atau pembaca.

Kata yang digunakan menunjukkan makna yang ingin diutarakan. Namun demikian, seringkali kata yang digunakan memiliki arti yang berbeda dengan makna itu sendiri. oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan diksi yang akan digunakan, maka harus pembicara atau penulis harus memahami makna dan relasi kata. Menurut Chaer, makna kata dapat dibedakan menjadi:

a. Makna denotasi dan Makna konotasi

Merupakan denotasi merupakan makna yang sesungguhnya yang sesuai dengan pengertian kamus besar bahasa Indonesia. Contoh: kata “miskin”, dalam pengertian denotasi artinya ialah keadaan seseorang yang kurang dalam hal finalsial. Sementara itu makna konotasi yaitu makna lain atau makna yang bukan sebenarnya yang mungkin hanya dapat dimengerti oleh beberapa orang saja yang bersangkutan. 

Contoh: kata “alarm” dalam kalimat, “ kamu selalu datang tepat waktu,  alarm jam kamu bagus”.  Kata alarm dalam kalimat tersebut merupakan kata konotasi untuk menunjukkan makna kata “disiplin”.  Kata konotasi yang bertujuan untuk memuji disebut konotasi positif sedangkan konotasi yang mengejek atau menyindir disebut konotasi negatif. 

b. Makna leksikal dan makna gramatikal

Yaitu makna yang sesuai dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan. Contoh: bakteri Salmonella sp. Menyebabkan penyakit tipus. Sedangkan makna gramatikal yaitu makna kata yang menyatakan makna jamak, menunjukkan suatu jumlah. Contoh: ada buku-buku baru di perpustakaan. Artinya ialah banyak buku baru yang datang di perpustakaan.

c. Makna referensial dan nonreferensial

Yang dimaksud dengan makna referensial yaitu kata yang mengacu atau menunjukkan kepada sesuatu. Contoh: buku biologi ada di Rak no. 7. Kata “rak no.&” merupakan frase yang menunjukkan makna referensial. Sedangkan makna nonreferensial adalah kebaikan dari kata referensial. contoh: baru saja aku membaca buku itu, tetapi aku lupa meletakkannya. Kata “tetapi” merupakan kata yang menunjukkan makna nonreferensial. 

d. Makna konseptual dan makna asosiatif

Makna konseptual merupakan makna suatu kata yang menunjukkan deskripsi kata tersebut. Contoh: pangeran pergi menunggang unta. Kata “unta” memilki makna konseptual yaitu binatang gurun berkaki empat yang dapat dijadikan sebagai alat transportasi. Sedangkan makna asosiasi merupakan makna kata yang menunjukkan hubungan yang terkait dengan kata tersebut. Contoh: kata merah memiliki hubungan berani sedangkan kata merpati dihubungkan (asosiasi) dengan kesetiaan.

e. Makna kata dan makna istilah 

Makna kata akan terlihat jelas ketika kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat. contoh: kata “dingin” dapat berarti mengenai suhu atau cuaca, atau menunjukkan sikap seseorang. Sementara itu makna istilah merupakan makna yang bersifat pasti atau mutlak. Hal ini karena makna istilah hanya digunakan dalam bidang-bidang tertentu. Contoh: kata dingin di atas jika digunakan dalam bidang ilmu pengetahan alam maka memiiki makna pasti menunjukkan suatu suhu.
Advertisement

f. Makna kias dan lugas

Makna kias ialah kata atau frase yang biasa digunakan untuk mengatakan makna secara tidak langsung. Biasa digunakan dalam majas atau peribahasa. Contoh: jangan sampai terjerat lintah darat. Frase lintah darat menunjukkan makna kias yang berarti adalah rentenir. Sedangkan makna lugas adalah kebalikan dari makna kias. Artinya dalam makna lugas terang-terangan menyebutkan makna yang sesungguhnya. Contoh: sepertinya hampir semua pejabat negara adalah koruptor. 

Dalam memilih diksi harus mempertimbangkan kesesuaian dan ketepatan kata. Perhatikan syarat-syarat berikut untuk menentukan kesesuaian diksi:

1. Hindari pengggunaan bahasa substandar dalam situasi formal.
Bahasa standar ialah merupakan tutur bahasa yang biasa digunakan oleh  mereka kalangan menengah ke atas,  atau yang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara itu, bahasa nonstrandar kebalikannya, biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari orang umum.

2. Menggunakan kata ilmiah dalam kondisi tertentu saja, selebihnya gunakan kata popular. Kata ilmiah merupakan kata yang biasa digunakan dalam tulisan ilmiah atau kata yang jarang digunakan oleh orang-orang awam, hanya kalangan tertentu saja yang menggunakan. Contoh, dalam jurnal ilmiah menggunakan kata ilmiah. Sedangkan ketika berbca maka gunakanlah kata popular, halini karena agar makna yang disampaikan dalam jurnal dapat dimengerti oleh semua pendengar.

3. Hindari jargon yang dapat dibaca oleh publik. Jargon merupakan kalimat atau frase dalam bahasa tertentu yang hanya dimengerti oleh beberapa orang. Oleh karenanya dalam memilih kata hindari jargon karena orang lain belum tentu memahaminya.

4. Hindari pemakaian kata – kata slang. Kata slang merupakan kata non standar yang digunakan dalam percakapan dengan teman sebaya. Pengunaan kata slang saat formal tentu tidaklah baik.

5. Hindari ungkapan-ungkapan yang telah usang

6. Hindari bahasa atau kata artifisial yaitu rangkaian kata yang disusun secara kreatif untuk menimbulkan rasa seni. Contoh: harum bunga mawar terberai terbawa angn sampai ke penciumanku. 

7. Hindari penggunaan kata – kata atau kalimat percakapan dalam penulisan.  Hal ini karena kata- kata dalam percakapan merupakan kata nonformal, sehingga tidak baik ketika digunakan saat menulis hal-hal yang bernuansa ilmiah.

Berikut merupakan macam hubungan makna yang terbentuk antar kata:

1. Sinonim. Merupakan kata – kata yang memiliki kesamaan makna. Contoh: Pintar dengan pandai, kurus dengan langsing. Meski memiliki kesamaan makna, kata-kata dalam sinonim memiliki kesan masing-masing seperti halu atau kasarnya.

2. Antonim. Sekelompok kata yang memiliki makan yang berlawanan dengan kata lain. Contoh: tinggi dengan pendek, pesek dengan mancung, dan ainnya.

3. Polisemi merupakan kata yang menunjukkan satuan bahasa yang dapat memiliki banyak makna. Contoh: anak asuh, anak tangga, anak durhaka, anak sholeh. Dan lain-lain.

4. Hiponim merupakan makna kata yang tercakup dalam kata lain. Contoh: melati merupakan hiponim dari bunga.

5. Hipernim merupakan kata yang mencakup kata lain. Kebalikan dari hiponim. Contoh: bunga merupakan hipernim dari melati, mawar, kenanga dan lain-lain.

6. Homonim merupakan sekelompok kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi tapi memiliki arti yang berbeda. Contoh: (1) Hak asuh anak jatuh kepda ibunya;  dengan (2) wanita itu memakai sepatu berhak tinggi. Pada kalimat pertama hak berarti kepemilikan sedangkan pada kalimat kedua artinya bagian sepatu. Atau (1) ular ini mengeluarkan bisa yang sangat berbahaya; dengan (2) kamu pasti bisa menghadapinya. Bisa pada kalimat pertama artinya racun sedangkan bisa pada kalimat kedua artinya kemampuan.

7. Homofon merupakan sekelompok kata yang memilikikesamaan bunyi namun ejaan dan arti berbeda. Contoh: (1) bulan ini saya mendapat bunga bank sebesar 3% ; dengan (2) bang, pesen somay satu piring.

8. Homograf yaitu kata yang memiliki tulisan sama namun bunyi dan arti berbeda. Contoh: (1) Saya sudah sampai di Serang, bu; (2) andi diserang kawanan begal. 




Partner Kerja : Dede Kosasih 
















DAFTAR PUSTAKA
http://www.kelasindonesia.com/2015/05/pengertian-diksi-dan-contohnya-lengkap.html



Selasa, 26 Januari 2016

TUGAS 4 Bahasa Indonesia

Tugas Rangkuman Softskill
Bahasa Indonesia
Dosen           : Teti E. Siregar
Nama/NPM  : Claudy Nindy/11113957
Kelas            : 3KA09


                        Sejalan dengan meningkatnya kualitas kesehatan, pemerintah telah mencanangkan program “Indonesia Sehat 2010” program ini disertai dengan upaya yang sinergis oleh Departemen Kesehatan RI, seperti peningkatan kompetensi dokter, penyediaan obat murah, pencanangan apotik rakyat, dan lain sebagainya. Banyaknya data pasien yang harus diolah dan data yang berkelanjutan dari riwayat penyakit pasien, membuat penyimpanan data riwayat pasien dengan metode manual (Hardcopy) sangat tidak efektif.
                        Dalam literature lain menyebutkan bahwa sistem informasi kesehatan adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut World Health Organization, sistem informasi kesehatan merupakan salah satu dari 6 “building block” atau komponen utama dalam sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan.

                        Use-case adalah konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana sistem akan terlihat di mata pengguna potensial. Use-case terdiri dari sekumpulan skenario yang dilakukan oleh seorang aktor (orang,perangkat keras,urutan waktu atau sistem yang lain). Sedangkan use-case diagram memfasilitasi komunikasi di antara analis dan
pengguna serta diantara analis dan klien. Sekumpulan use-case biasa nya dikelompokkan dalam suatu group yang disebut System Boundary. Berikut ini adalah usecase diagram sistem.


 Gambar 1. Usecase Diagram Sistem

                        Diagram Gambar 1 terdapat 3(tiga) pengguna yang dapat menggunakan sistem, yaitu admin, petugas pendaftaran, dan dokter. Admin dapat mengelola data dokter, pasien, petugas pendaftaran, jenis layanan, jenis persalinan, kelola obat. Petugas pendaftaran dapat mengelola data pasien, data anak, dan proses pendaftaran pasien. Dokter dapat membuat rekam medis, melihat catatan rekam medis pasien dan membuat resep untuk pasien.

                        Gambar 1 meperlihatkan bahwa 3(tiga) pengguna dapat login untuk dapan mengakses berbagai data pasien dan dapat mempermudah rekam medis pasien menggunakan usecase diagram system.

                        Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan,  harus dibangun komitmen setiap unit infrastruktur pelayanan kesehatan agar setiap Sistem Informasi kesehatan berjalan dengan baik dan yang lebih terpenting menggunakan teknologi komputer dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information System). Demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan merupakan sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil sekalipun. Tidak hanya data, akan tetapi juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan baik. Berikut merupakan contoh penerapan system informasi dalam kesehatan yang dituangkan dalam tatap muka sebuah aplikasi



Table 1. Catatan Rekam Medis

                        Table 1 menunjukkan setiap nama obat memiliki id periksa sebagai pemberi identitas obat yang akan mempermudah menganalisis jenis dan juga ketersediaan obat. Dalam table 1 juga terdapat kolom dosis yang akan membantu apoteker untuk menentukan dosis obat yang akan diberikan kepada pasien.

                        Sumber data komputerisasi pengumpulan data dari sumber data yang sudah dilakukan secara komputerisasi online. Pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan komputerisasi online, data individual langsung dikirim ke Bank Data Kesehatan Nasional dalam format yang telah ditentukan. Selain itu juga akan dikembangkan program mobile health (mHealth) yang dapat langsung terhubung ke sistem informasi puskesmas (aplikasi SIKDA Generik).



Daftar Pustaka :
Fathansyah. (1999). Basis data. Bandung: Informatika. Fowler, Martin. (2004). UML Distilled (3rd ed.). Yogyakarta: Andi. Gondodiyoto, Sanyoto. (2010). Audit sistem informasi. Jakarta: Mitra Wacana Media. Huda, Miftakhul. (2010). Membuat aplikasi database dengan java, mysql, dan netbeans. Jakarta: Elex Media Komputindo. Indonesian Medical Council. (2006) Manual Rekam Medis. Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Medis Rawat Jalan Poliklinik Kebidanan dan Kandungan pada RSUD Kota Batam (Radiant Victor Imbar,Yuliusman Kurniawan) 67 Jogiyanto,H.M. (2000). Pengenalan komputer. Yogyakarta: Andi. Kadir, Abdul. (2009). Dasar perancangan dan implementasi database relasional. Yogyakarta: Andi. Murdick, Robert G. (1993). Sistem informasi untuk manajemen modern (3rd ed.). Jakarta: Pressindo. Sjamsuhidajat. (2006). Manual rekam medis. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia. Supriyatno. (2010). Pemrograman database menggunakan java & mysql untuk pemula. Jakarta: Media Kita. Wahana Komputer. (2010). Pengembangan aplikasi database berbasis javaDB dengan Netbeans. Yogyakarta: Andi.

Selasa, 15 Desember 2015

Tugas 3 Bahasa Indonesia

Internet dan Pemasaran Online
              Saat ini bisnis online sedang banyak diperbincangkan. Mengetahui beberapa hal mengenai bisnis toko online atau sering disebut E-commerce. Arti dari E-commerce adalah semua kegiatan akan bersangkutan dengan layanan internet hingga terjadi transaksi. Berdasarkan jenis transaksinya E-commerce  ada yang disebut juga C2C (consumer to consumer) contohnya kaskus. Bisnis e-commerce tidak hanya memiliki andil pada hasil akhir, retail atau prosea terjadinya transaksi, tetapi juga pada bagian service, yaitu penyedia jasa. (Aulia, et all., 2013)
                 Salah satu cara terbaik untuk memberikan layanan yang baik adalah dengan menciptakan sebuah magnet kontak atau daya tarik. Pembuatan website bertujuan agar tercapai esensi untuk menarik pelanggan berpotensial. Magnet kontak biasanya berupa penawaran gratis. Penawaran gratis bertujuan untuk mendapatkan email pelanggan berpotensial. Mendapatkan alamat email adalah sebuat transaksi barter yang sangat menguntungkan karena akan menimbulkan ketertarikan pada produk yang ditawarkan. (Niaga Web., 2015)

                 Kehidupan lingkungan bisnis diwarnai dengan ketidakpastian, persaingan dan perubahan. Perancangan prosedur pemasaran online dibuat dan diharapkan agar mendapat berbagai keuntungan dan kemudahan dalam memasarkan produk. Serta mengurangi biaya-biaya tak terduga yang mungkin terjadi. (Striyo, 2015)

                 Mempromosikan produkdan berinteraksi melalui media sosial juga dimanfaatkan oleh pengusaha untuk lebih interaktif dengan pelanggannya. Pengusaha yang menggunakan media sosial perlu melakukan kolaborasi dengan pelanggan dan penjual tangan ke dua, supaya terjadi ketertarikan diantaranya. Sebagai contoh penjualan makanan ringan maicih yang menggunakan twitter sebagai sarana memasarkan produk.(Anastasia, 2012)
Refrensi:
Satriyo Perancangan Prosedur Pemasaran Online dan Prototipe Sistem Informasi Pemasaran Online (Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer), vol 20, no 1, pp 237-246.

Lindaningsih, Anastasia (2012) STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE PRODUK LOKAL PADA SOCIAL MEDIA DALAM MEMBENTUK CO-CREATION (Analisis Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pemasaran Online Produk Makanan Maicih melalui Twitter). S1 thesis, UAJY.

Sabtu, 14 November 2015

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Tugas Rangkuman Mata Kuliah Softskill
Bahasa Indonesia
Dosen                   : Tety Eldia Siregar
Nama/NPM          : Claudy Nindy/11113957

Kelas                    : 3KA09

            


Table 1 Biaya modem GSM
Di Indonesia berkembangnya informasi dapat berpengaruh pada penggunaan internet. Internet  yang mudah dipindahkan dapat disebut  juga modem, modem memiliki banyak pilihan provider jaringan GSM seperti Telkomsel, Indosat, XL, Three, dan Axis merupakan salah satu yang telah berkembang di Indonesia.
            Berdasarkan tinjauan yang sudah ada dapat disimpulkan Three sebagai provider jaringan dengan tarif bulanan paling murah dengan kecepatan download yang tak kalah cepat dibandingkan dengan provider lainnya. Telkomsel merupakan provider jaringan dengan tarif bulanan yang tidak terlalu mahal dengan kecepatan download tercepat berdasarkan tinjauan yang tertera dalam Tabel 1.




Gambar 1 Grafik penggunaan Google Play Berdasarkan Negara

            Google Play sebagai sarana pengunduh terus mengalami perkembangan mulai tahun 2013 sampai dengan 2014 berdasarkan Gambar 1. Google Play digunakan oleh pengguna untuk meningkatkan perangkat keras yang mereka gunakan. Indeks pengunduhan menunjukkan pada tahun 2013 lebih rendah dibanding tahun 2014.

            Berdasarkan tinjauan negara China adalah negara pengguna Google Play dengan indeks pengundunduhan tertinggi dibandingkan negara lainnya, dan dapat disimpulkan berdasarkan Gambar 1 negara Jerman tidak mengalami perkembangan indeks yang cukup terlihat dibandingkan dengan negara lainnya.

Kamis, 15 Oktober 2015

Tugas Bahasa Indonesia

Tugas Rangkuman Mata Kuliah Softskill
Bahasa Indonesia
Dosen                   : Tety Eldia Siregar
Nama/NPM          : Claudy Nindy/11113957
Kelas                    : 3KA09

Mengubah dan Menghapus Database

Karakteristik dari suatu database di dalam MySQL dapat diubah sesuai kebutuhan. Meski bisa, namun hal ini sangat jarang dilakukan sebab biasanya hanya dilakukan oleh seorang database Administrator (DBA). Dengan demikian tidak akan dilakukan penjelasan secara mendalam dalam pembahasan ini.
Menghapus database dalam keadaan-keadaan tertentu, mungkin Anda ingin melakukan penghapusan terhadap database yang telah ada, misalnya untuk mengirit ruang hardisk atau karena database tersebut sudah tidak digunakan lagi. Untuk melakukan penghapusan database, sintaks yang diperlukan sebagai berikut:
DROP DATABASE [IF EXISTS] <nama database>;

Kamis, 01 Oktober 2015

Tugas Grafik Komp. & Pengolahan Citra


Tugas Grafik Komp. & Pengolahan Citra
Dosen : Aviarini Indrati
Nama : Claudy Nindy Z (11113957)
Kelas : 3KA09


PERBEDAAN GRAFIKA KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA


Grafika Komputer (computer graphics)
                Grafika komputer merupakan bagian dari ilmu komputer yang serupa dengan manipulasi gambar (visual) secara digital. Grafika komputer memiliki bentuk sederhana yaitu grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika computer 3D. Grafika komputer adalah manipulasi gambar yang tersirat berdasarkan data yang didapat.
                Contoh penerapan Grafika Komputer :
                Penggunaan software photoshop untuk membuat suatu objek gambar berdasarkan data yang
setara dengan mentahan seperti logo yang kemudaian dapat diaplikasikan pada kop surat.

Pengolahan Citra (image processing)
            Pengolahan citra merupakan cabang ilmu informatika. Pengolahan citra merupakan transformasi gambar yang sudah didapat melalui media seperti (mata manusia, kamera, scanner, sensor satelit, dll) dengan pengembangan yang menggunakan teknik tertentu menjadi citra baru.
            Contoh penerapan Pengolahan Citra :
            Penerapan pengolahan citra seperti pada bidang hiburan misalnya pada film,grafik komputer 
menghasilkan efek animasi yang baik. Pada tangkapan gambar pada film-film yang berkembang
didapatkan efek-efek yang membangun agar gambar menjadi lebih manarik.

Maka, dapat disimpulkan Grafika Komputer (computer graphics) dan Pengolahan Citra (image processing) adalah dua hal yang berbeda berdasarkan pengembangannya namun keduanya adalah ilmu komputer dan informatika yang saling berkaitan.

Sumber :


https://ariedwijayanto.wordpress.com/2013/09/26/penerapan-grafik-komputer-di-berbagai-bidang/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengolahan_citra
http://rika7damayanti.blogspot.co.id/2013/09/perbedaan-ilmu-grafik-komputer-dan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Grafika_komputer